Festival Bekudo Bono 2013 Kampar Riau

Festival Bekudo Bono merupakan agenda tahunan sebagai ajang untuk lebih mempromosikan kawasan wisata Gelombang Bono atau yang biasa dikenal dengan sebutan Seven Ghosts di Sungai Kampar kepada publik baik domestik maupun internasional. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan dengan pelaksana teknis dari Gurindam Media. Festival Bekudo Bono 2013 ini menjadi kegiatan yang pertama dengan tema "7 days for 7 ghosts" yang diselenggarakan dari tanggal 17 - 23 November 2013.

Keunikan dan kedahsyatan gelombang atau ombak bono di Sungai Kampar Riau dan hanya satu-satunya di Indonesia ombak yang terjadi di sungai, menjadi daya tarik para peselancar dari dalam dan luar negeri. Tak lepas dari keahlian para peselancar lokal yang menggunakan sampan untuk berselancar. Masyarakat setempat menyebutnya Bekudo Bono.

Bekudo Bono adalah berselancar atau kegiatan mengarungi gelombang bono dengan menggunakan perahu (sampan) kayu. Di daerah Riau, sebagian menyebutnya perahu "Kolek". Kegiatan Bekudo Bono (mengendarai ombak bono dengan perahu) ini telah ada sejak dari jaman dahulu dan masih dilakukan sampai sekarang. Kali ini, kegiatan Bekudo Bono dijadikan salah satu ajang kompetisi khusus bagi masyarakat lokal. Peserta kompetisi adalah berkelompok yang terdiri dari 2 orang dengan jalur sepanjang Sungai Kampar yang akan dimulai dari Tanjung Sesenduk dan berakhir di Teluk Meranti. Peserta yang terbaik adalah peserta yang tercepat sampai dengan mengendarai perahu/sampan kayu di depan ombak bono dan dapat meraih bendera yang ditentukan oleh Juri.

Selain Kompetisi Bekudo Bono, dalam Festival Bekudo Bono 2013 diadakan juga Kompetisi Selancar Bono yang diikuti oleh peselancar amatir (lokal) dan profesional (nasional dan internasional). Pemenang kompetisi selancar Bono adalah peselancar yang mampu bertahan dengan waktu terlama dan jarak tempuh terjauh, selain keahlian untuk bermanuver yaitu ketika peselancar dapat berdiri di atas papan selancar dan bergaya memainkan papan di atas ombak bono. Juri yang hadir merupakan Pengurus dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) yaitu Arya Soebiakto beserta tim.

Dalam Kompetisi Selancar Bono, peserta nasional dan internasional berada di kelas profesional akan berselancar dari Tanjung Getah Turip menuju Teluk Meranti. Sedangkan peserta lokal untuk kelas amatir yang berselancar dari Teluk Rimba menuju Teluk Meranti.

Dalam Festival Bekudo Bono 2013 ini dilengkapi dengan "Photo Contest On The Spot" dengan Tema "Bono untuk Indonesia". Photo contest ini mengambil tema alam dan lingkungan, sosial budaya, serta human interest dari pelaksanaan festival ini. Ada juga kategori khusus yaitu keindahan gelombang bono dengan para peselancarnya.

Kegiatan acara Festival Bekudo Bono

Pentas Seni & Budaya
Pagelaran pentas seni & budaya ini akan dilaksanakan pada malam hari sepanjang acara pagelaran festival bekudo bono berlangsung. Adapun dalam acara pentas ini akan menghadirkan seluruh kesenian dan kebudayaan yang berada di Kabupaten Pelalawan sebagai kekayaaan lokal. Pentas seni dan budaya ini juga nantinya akan menjadi hiburan tersendiri bagi para pengunjung baik wisatawan local maupun asing yang berkunjung sembari menunggu waktu istirahat. Pentas ini akan dikordinir langsung oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda & Olahraga Kabupaten Pelalawan.

Bazar & Pameran Produk Lokal
Bazar & Pameran ini akan berlokasi di Teluk Meranti dan akan diisi dengan 15 Buah Booth Stand promosi yang disediakan untuk pihak sponsor dan masing-masing Kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Setiap Booth Stand yang berukuran 4 x 3 meter ini akan memamerkan aneka produk kerajinan dan produk olahan masyarakat lokal kabupaten Pelalawan. Bazar ini juga menyediakan space untuk para sponsor yang mau mempromosikan produk-produknya yang mana tujuannya adalah untuk lebih menyemarakkan pelaksanaan acara ini secara keseluruhan

Photo Contest On The Spot
Photo contest ini mengambil tema alam & lingkungan, sosial budaya, humaninterest dari sekitar pelaksanaan acara Festival Bekudo Bono 2013 ini serta kategori special adalah keindahan gelombang bono dengan para peselancarnya. Photo Contest ini daiharapkan dapat menjadi daya tarik para peminat photography yang ada di Indonesia untuk dapat hadir dalam pagelaran festival ini. Dan objek hasil dokumentasi yang dihasilkan dapat menambah panjang deretan promosi wisata gelombang bono kedepannya.

Selancar Bono
Kompetisi ini diikuti oleh para peselancar tingkat Lokal, Nasional dan Internasional. Materi penilaian dari kompetisi ini adalah mencari peselancar yang mampu bertahan dengan waktu terlama dan jarak tempuh terjauh. Kategori kompetisi ini akan dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu Amatir dan Profesional. Bertindak sebagai juri kompetisi merupakan Pengurus dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) yang juga telah mencoba dahsyatnya gelombang Bono yaitu Arya Soebaktio & Team yang sudah sangat berpengalaman dan mempunyai justifikasi dibidangnya.

Bekudo Bono (Arung Bono)
Arung Bono atau yang oleh masyarakat lokal disebut dengan Bekudo Bono ini adalah kegiatan mengarungi Gelombang Bono dengan menggunakan perahu kayu. Aktivitas ini merupakan sejarah panjang hubungan masyarakat sekitar dengan gelombang bono di sungai kampar. Peserta dari lomba ini adalah grup atau berkelompok yang terdiri dari 2 orang. Pendaftaran perlombaan ini gratis dan peserta pendaftar wajib mengikuti peraturan dan ketentuan yang diberlakukan oleh panitia.

Info lebih lanjut : http://www.festivalbekudobono2013.com

DENAH LOKASI FESTIVAL BEKUDO BONO 2013

DAFTAR ACARA FESTIVAL BEKUDO BONO 2013


Produk Ikan Salai Sungai Serkap
READ MORE - Festival Bekudo Bono 2013 Kampar Riau

Jadwal Terjadinya Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau Indonesia


Anda berminat mengunjungi objek wisata ombak bono yang ada di Sungai Kampar Riau, Indonesia? Pastikan Anda tau kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke lokasi wisata terbesar di dunia tersebut. Berkunjung ke lokasi ombak bono pada waktu yang tepat tentunya akan membuat kunjungan Anda lebih memuaskan, karena Anda akan bisa melihat gelombang bono dengan ketinggian yang lebih baik. Terutama bagi Anda para peselancar yang ingin menikmati dan menakklukkan ketinggian gelombang sungai yang sangat memacu hormon adrenalin tubuh. Di waktu yang tepat pula, Anda bisa saling bertemu dan berselancar dengan para peselancar dunia dari berbagai negara, yang tentunya akan membuat Anda semakin banyak memperoleh pengalaman dalam melakukan surfing dan berselancar.

Bono biasanya terjadi pada setiap tanggal 10-20 bulan Melayu dalam tahun Arab yang biasa disebut penduduk sebagai "Bulan Besar" atau "Bulan Purnama". Biasanya gelombang Bono atau Ombak Bono yang besar terjadi pada tanggal 13-16 bulan Melayu tahun Arab tersebut. Gelombang yang terjadi biasanya akan berwarna putih dan coklat mengikut warna air Kuala Kampar. Selain itu, Bono juga terjadi pada setiap "bulan mati" yaitu akhir bulan dan awal bulan (tanggal 1) Tahun Arab. Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Bono mulai terbentuk dan membesar di kanan kiri Pulau Muda, akibat penyempitan alur sungai karena adanya pulau (P. Muda) di tengah-tengah alur sungai.

Bono terbesar terjadi di Tanjung Perbilahan, yang terbentuk karena bertemunya Bono yang sudah terbentuk di kanan-kiri Pulau Muda. Kedalaman sungai di sekitar terjadinya ombak Bono tidaklah dalam, hanya sekitar 1-2 meter dengan bagian-bagian alur tertentu yang mempunyai kedalaman 10-15 meter untuk alur lewat jalur transportasi kapal. Hanya saja alur dalam tersebut selalu berpindah-pindah akibat pergeseran dasar sungai karena adanya ombak Bono. Sehingga, bagi kapal-kapal yang mau melewati daerah ini untuk keluar dari Kuala Kampar menuju Tanjung Batu, Selat Panjang, Tanjung Pinang, Batam atau Singapore harus menggunakan orang yang menjadi pengarah atau biasa disebut "tekong" untuk menunjukkan alur yang bisa dilewati kapal.

Jadwal Terjadinya Bono Sungai Kampar 2013

Jadwal ini dibuat oleh Attayaya berdasarkan perkiraan pergerakan bulan:

JADWAL OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR 2013

11 – 13 Januari 2013 (M)
27 – 30 Januari 2013 (P)
10 – 12 Februari 2013 (M)
26 – 28 Februari 2013 (P)
11 – 13 Maret 2013 (M)
27 – 30 Maret 2013 (P)
10 – 12 April 2013 (M)
26 – 28 April 2013 (P)
09 – 11 Mei 2013 (M)
25 – 27 Mei 2013 (P)
08 – 10 Juni 2013 (M)
24 – 26 Juni 2013 (P)
07 – 10 Juli 2013 (M)
23 – 25 Juli 2013 (P)
06 – 08 Agustus 2013 (M)
21 – 23 Agustus 2013 (P)
05 – 07 September 2013 (M)
19 – 21 September 2013 (P)
04 – 06 Oktober 2013 (M)
18 – 20 Oktober 2013 (P) (B)
03 – 05 November 2013 (M) (B)
17 – 19 November 2013 (P) (B)
02 – 04 Desember 2013 (M) (B)
17 – 19 Desember 2013 (P) (B)

JADWAL OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR 2013 AWAL TAHUN

01 – 03 Januari 2014 (M) (B) – Bertepatan dengan Tahun Baru 2014
16 – 18 Januari 2014 (P) (B)
01 - 02 Februari 2014 (M)
13 - 15 Februari 2014 (P)
01 - 03 Maret 2014 (M)
13 - 15 Maret 2014 (P)
30 Maret - 1 April 2014 (M)
13 - 15 April 2014 (P)

JADWAL OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR 2014 AKHIR TAHUN

22 - 24 OktobeR 2014 (M) (B)
04 - 07 NovembeR 2014 (P) (B)
22 - 24 NovemBer 2014 (M) (B)
05 - 07 Desember 2014 (P) (B)
21 - 23 Desember 2014 (M) (B)

JADWAL OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR 2015 AWAL TAHUN

02 - 05 Januari 2015 (P) (B) Tidak bertepatan dengan Tahun Baru 2015

Keterangan Perkiraan :
Jadwal Terjadinya Bono Sungai Kampar 2012 ini dihitung berdasarkan kalender Bulan/Tahun Melayu atau Kalender Hijriyah 1434 – 1435 H
(P) = Bulan Purnama / tengah bulan Melayu
(M) = Bulan Mati / awal bulan Melayu
(B) = Ombak Bono Sungai Kampar yang berukuran besar berkisar antara 4-6 meter. Selain itu biasanya berukuran sedang dengan ketinggian 3 meter untuk lokasi tertentu. (Sumber: http://www.attayaya.net).
Dengan memperhatikan jadwal waktu terjadinya gelombang bono yang ada tersebut, tentunya bisa menjadi acuan yang tepat bagi Anda untuk memilih waktu kunjungan ke Teluk Meranti, tempat lokasi terjadinya ombak bono jantan yang diakui sebagai ombak bono terbesar dunia. Bono Sungai Kampar merupakan sebuah keajaiban dunia dari Riau untuk Indonesia.

Sumber :
Jadwal Ombak Bono Sungai Kampar
READ MORE - Jadwal Terjadinya Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau Indonesia

Dongeng dan Mitos Asal Usul Gelombang Bono di Sungai Kampar, Propinsi Riau

Secara ilmiah, gelombang bono merupakan salah satu peristiwa alam yang cukup langka dan jarang terjadi. Dimana kita akan menyaksikan sebuah gelombang besar yang layaknya terjadi di tengah laut, namun ini terjadi di sebuah sungai air tawar. Gelombang bono terjadi diakibatkan benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Melaka, Laut Cina Selatan dan Aliran air Sungai Kampar. Akibat benturan ini, menjadikan gelombang air di muara sungai Kampar bisa mencapai ketinggian 4-5 meter dengan ditandai sebelumnya dengan suara gemuruh yang hebat. Ini merupakan fenomena ilmiah yang akan dipercayai oleh kaum intelektual saja. Namun tahukah Anda, masyarakat sekitar memiliki cerita-cerita dongeng yang istimewa terkait dengan adanya gelombang bono tersebut? Ada banyak cerita dan kepercayaan dari masyarakat lokal yang menjadikan peristiwa alam yang langka tersebut kian istimewa.

Menurut kepercayaan warga, gelombang bono yang ada di sungai kampar adalah bono jantan, sementara bono betinanya berada di daerah Sungai Rokan, dekat dengan Kota Bagansiapi-api. Bono di kuala kampar tersebut berjumlah tujuh ekor, dimana bentuknya serupa kuda yang biasa disebut dengan induk Bono. Pada musim pasang mati, bono ini akan pergi ke Sungai Rokan untuk menemui bono betina. Kemudian bersantai menuju ke selat Malaka. Itulah sebabnya ketika bulan kecil dan pasang mati, bono tidak ditemukan di kedua sungai tersebut. Jika bulan mulai besar, kembalilah bono ketempat masing-masing, lalu main memudiki sungai Kampar dan sungai Rokan. Semakin penuh bulan di langit, semakin gembira bono berpacu memudiki kedua sungai itu.

Bagi penduduk daerah Kuala Kampar, bono sudah mereka kenal sejak kecil. Sebab itulah tidak aneh, apabila anak-anak, remaja dan juga orang dewasa menganggap bono sebagai sahabatnya, tempat mereka bermain ketangkasan menunggangi Bono atau disebut Bekudo Bono menggunakan perahu-perahu (sampan) kecil. Biasanya tempat bermain bono bagi warga sekitar adalah di tempat-tempat dimana bono tidak terlalu besar atau di dalam anak-anak Sungai Kampar yang memiliki Bono, seperti misalnya Sungai Sangar, Turip, Serkap, Kutub dan Sungai Kerumutan. Permainan ini memang besar resikonya, sebab jika salah perhitungan perahu dapat dilemparkan bono ke tebing sehingga hancur luluh. Tetapi dari pengalaman sejak kecil, mereka, para pemain bono ini sudah mengetahui betul dimana tempat yang aman bermain bono.


Penduduk setempat Bekudo Bono dengan menggunakan papan selancar

Dahulunya, permainan bono tersebut sering dilakukan dengan terlebih dahulu menggelar upacara tertentu untuk menjamin keselamatan para pemainnya. Upacara tersebut dinamakan ‘semah’ yang harus dilakukan pagi atau siang hari. Upacara ini dipimpin oleh seorang ‘Bomo’ atau Datuk atapun para tetua kampung. Hal tersebut dilakukan maksud agar pengendara bono mendapat keselamatan saat mengendarai bono, dan dijauhkan dari segala bahaya. Selain itu, ada pula cerita mistis yang berhubungan dengan ombak bono tersebut yakni cerita tentang banjir darah di mempusun atau mempusun bersimbah darah, serta terbentuknya Kerajaan Pelalawan pada tahun 1822 M.

Para pendekar melayu konon kabarnya sering ditantang dan diuji ketangkasannya dengan menunggangi gelombang bono tersebut. Siapa yang berhasil menakklukkan gelombang yang sangat tangguh tersebut maka akan dianggap sebagai sosok yang sakti dan memiliki kekuatan terbaik. Cerita lain menyebutkan bahwa dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu. Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak Bono.

Akan tetapi kemudian menjadi permainan biasa dan dapat dilaksanakan sesuka hati. Tetapi permainan ini hanya di lakukan pada siang hari, sedangkan malam hari betapapun beraninya mereka, belumlah ada yang berani mencobanya. Hal ini disebabkan karena resikonya yang cukup besar. Bila Anda takut ataupun ngeri untuk turut bersama perahu bermain bono, Anda dapat menyaksikan bono dari darat saja. Tetapi Jika berani silahkan bermain bono dengan perahu-perahu kecil yang banyak terdapat disana. Yang penting Anda harus pandai berenang, serta menunggangi bono itu. Permainan ini mirip dengan selancar pada ombak-ombak di pantai, karena tempatnya luas dan tantangannya cukup besar.

READ MORE - Dongeng dan Mitos Asal Usul Gelombang Bono di Sungai Kampar, Propinsi Riau

Inilah Lokasi-lokasi Bono yang Ada di Dunia

Inilah Lokasi-lokasi Bono yang Ada di Dunia
Bono wave atau gelombang bono
merupakan sebuah gelombang yang terjadi akibat adanya pertemuan antara arus sungai dengan arus laut yang menuju ke arah hulu dan hilir. Pertemuan ini menyebabkan satu gelombang besar yang menyerupai kondisi gelombang yang biasa kita lihat di tengah laut. Namun fenomena ini dapat kita saksikan di tengah sungai yang notabennya adalah air tawar. Bukan hanya Propinsi Riau, Indonesia yang memiliki fenomena alam yang mengagumkan tersebut. Meskipun bono yang terjadi di Sungai Kampar Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu bono terbesar di dunia, namun ternyata fenomena gelombang yang terjadi di air tawar tersebut juga dapat kita temukan di banyak tempat yang ada di dunia. Istilah Bono atau Tidal Bore juga memiliki banyak sebutan lain, ada yang memberi nama Benak, Pororoca dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Aegir.

1. Brazil
Pada umumnya masyarakat Brazilia dan Venezuela serta Mexico menyebut Gelombang Bono dengan nama "pororoca". Berikut ini lokasi-lokasi terjadinya gelombang bono yang ada di Brazil.
  • Sungai Amazon (Amazon River), Macapa Brazil dan Sungai Orinoco (Orinoco River) di Venezuela, memiliki gelombang Bono sampai ketinggian 4 meter yang masuk ke hulu sungai dengan kecepatan sampai 21 km/jam. Masyarakat lokal menyebutnya "pororoca".
  • Sungai Mearim (Mearim River), Brazil
  • Sungai Capim (Capim River), Para State
  • Sungai Guama (Guama River), Para State
  • Sungai Guajara (Guajara River), Para State
  • Sungai Moju (Moju River), Para State
  • Sungai Sao Francisco (Sao Francisco River), Perbatasan Alagoas/Sergipe - Brazil
  • Sungai Cassipore (Cassipore River), Amapa - Brazil
  • Sungai Araguari (Araguari River), Amapa – Brazil

2. Prancis
Di negara Prancis, gelombang bono biasa disebut dengan istilah "un mascaret", tetapi masyarakat lokal mempunyai istilah-istilah atau nama tersendiri.
  • Sungai Seine (Seine River), biasa disebut "la barre" yang telah hilang sejak tahun 1960 karena pengerukan dan pendalaman sungai.
  • Sungai Baie du Mont Saint Michel, dan termasuk juga di Sungai Couesnon, Sungai Sélune, dan Sungai Sée di Mayenne, north-western France.
  • Sungai Arguenon (Arguenon River)
  • Sungai Baie de la Frênaye (Baie de la Frênaye River)
  • Sungai Vire (Vire River), north-western France
  • Sungai Sienne (Sienne River)
  • Sungai Vilaine (Vilaine River), Brittany - Prancis Barat. Masyarakat lokal menyebut Bono sebagai "le mascarin".
  • Sungai Dordogne (Dordogne River), Aquitaine di Barat Daya Prancis
  • Sungai Garonne (Garonne River), Lembah Aran, Pyrenees - Barat Daya Perancis.

3. Kanada
Hampir seluruh sungai yang bermuara ke teluk Fundy (Fundy Bay) Kanada memiliki gelombang Bono. Teluk Fundy berada di daerah sekitar antara Nova Scotia dan daerah New Brunswick.
  • Sungai Petitcodiac (The Petitcodiac River), New Brunswick Canada. masyarakat lokal menyebutnya "the mascaret" Gelombang Bono di sungai ini merupakan gelombang yang tertinggi untuk daerah sekitar Amerika Utara yaitu mencapai 2 meter (6.6 ft). Ketinggian itu berkurang karena pembangunan jalan lintas yang juga menyebabkan berkurangnya buih gelombang. Kemudian sejak pembukaan jalan lintas tersebut pada tanggal 14 April 2010 dan akibat Proyek Restorasi Sungai Petitcodiac (Petitcodiac River Restoration project) maka gelombang Bono di sungai tersebut kembali normal.
  • Sungai Shubenacadie (The Shubenacadie River), di sekitar Teluk Fundy - Nova Scotia. Ketika gelombang Bono datang, maka biasanya sampai dasar sungai bisa terlihat.
  • Sungai Herbert (Hebert River) dan Sungai Maccan (Maccan River) di daerah Cumberland Basin. Juga Sungai St. Croix (the St. Croix River), Sungai Herbert (Herbert River) dan Sungai Kennetcook (Kennetcook Rivers) di daerah Minas Basin. Demikian halnya dengan Sungai Salmon 9the Salmon River) di daerah Truro. Sungai-sungai tersebut adalah sungai kecil yang memiliki Ombak Bono yang bergerak cepat dan cukup tinggi.

4. Meksiko
Gelombang Bono Meksiko umumnya terjadi dari Laut Cortez (the Sea of Cortez) yang memasuki muara sungai Colorado (Colorado River). Gelombang Bono mulai terbentuk di sekitar Pulau Delta Montague (Montague Delta Island) yang kemudian memasuki sungai.

5. Cina
Gelombang Bono di Cina terjadi di Sungai Qiantang, dan masyarakat disana menyebutnya Naga Perak (Silver Dragon).

6. Malaysia
Gelombang Bono di Malaysia disebut Benak terjadi di Sungai (Batang) Lupar di Serawak yang airnya berasal dari Gunung Kapuas dan bermuara di Teluk Datu yang mengarah ke Laut Cina Selatan.


Berselancar di Sungai Qiantang China

7. Indonesia
Ada beberapa sungai di Indonesia mengalami terjadinya ombak Bono. Di Propinsi Riau ada 2 sungai yang mempunyai ombak Bono. Pertama, ombak bono terjadi di
Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki bono dengan nama Bono Betina. Kedua dan terbesar terjadi di Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Desa Teluk Meranti. Masyarakat sekitar menyebutnya Bono Jantan atau Bono. Bono di Desa Teluk Meranti menjadi tempat berselancar yang bagus karena memiliki jarak tempuh panjang sekitar 30 km. Walaupun panjang sungai dari muara ke desa Teluk Meranti berjarak sekitar 60 km. Jika dari Desa Teluk Meranti, tempat menunggu bono kampar berada di titik sekitar Pulau Muda atau setelah Muara Serkap.

8. Negara lainnya
Beberapa sungai di negara lainnya juga terjadi fenomena ombak Bono dengan nama penyebutan yang berbeda-beda di setiap daerah/negara.
READ MORE - Inilah Lokasi-lokasi Bono yang Ada di Dunia

Proses Terjadinya Gelombang Bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia

Proses Terjadinya Gelombang Bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia
Proses terjadinya ombak bono sebenarnya merupakan proses ilmiah sebagai salah satu fenomena alam yang langka terjadi di perbatasan muara sungai dan lautan. Bono yang terjadi di Sungai Kampar Riau juga merupakan salah satu fenomena alam yang langka tersebut. Telah banyak pengamatan yang dilakukan untuk melihat secara dekat bagaimana sebenarnya gelombang bono terbesar di dunia tersebut bisa terjadi.

Proses terjadinya gelombang bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia bisa ditinjau dari dua sisi, pertama adalah konteks ilmiah dan kedua berasal dari dongeng atau cerita rakyat sekitar. Proses yang kedua ini menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya masyarakat Melayu yang memiliki kepercayaan tersendiri terhadap proses terjadinya gelombang yang menjadi impian setiap peselancar dunia tersebut.

Bagaimana sebenarnya proses terjadinya gelombang bono tersebut? Ada dua sudut pandang yang akan kita jelaskan di sini, yakni sebagai berikut:

1. Proses terjadinya gelombang bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia secara ilmiah

Sebelum terjadinya gelombang Bono, biasanya akan diawali dengan bunyi desingan, selanjutnya akan terdengar bunyi gemuruh air. Bunyi gemuruh tersebut semakin lama akan semakin keras dan muncul lah gelombang besar yang disebut dengan Bono Wave tersebut. Kecepatan dari gelombang ombak Bono mencapai 40 km/jam. Ombak ini mampu memasuki ke arah hulu sungai berkilo-kilo meter jauhnya.




Gelombang air bahkan bisa mencapai jarak sekitar 60 km ke arah hulu dan akan berakhir di daerah Tanjung Pungai. Jumlah gelombang Bono tersebut cukup banyak dan beriringan. Terkadang di tepi sungai dan terkadang juga bisa terjadi di tengah sungai. Bono yang terbesar biasanya akan terjadi ketika musim penghujan tiba, dimana debit air Sungai Kampar akan naik. Pada hitungan bulan biasanya akan terjadi di bulan November dan Desember.

Gelombang bono yang ada di Sungai Kampar tersebut biasanya akan terjadi pada saat pasang naik terjadi di laut. Air pasang tersebut kemudian menju ke Sungai Kampar. Selanjutnya kecepatan dari arus di Sungai Kampar akan berbenturan dengan air pasang naik dari laut sehingga terjadilah gelombang yang dinamakan Bono Wave tersebut. Bono hanya akan terjadi apabila air laut pasang, semakin besar air pasang yang terjadi di laut, maka kemungkinan Bono Wave yang terjadi akan semakin besar pula. Faktor hujan yang akan meningkatkan debit air sungai juga akan mempengaruhi besarnya gelombang Bono yang terbentuk.

Ombak Bono biasanya akan terjadi pada muara sungai yang kondisnya lebar dan dangkal kemudian menyempit setelah berada di dalam sungai. Bentuk dari muara sungai yang menguncup tersebut menyerupai huruf "V" atau corong. Selanjutnya akan didukung dengan kondisi sungai yang mendangkal akibat terjadinya erosi alami. Pertemuan dua arus yakni arus sungai dan laut di lokasi ini akan menyebabkan Bono Wave.

2. Proses terjadinya gelombang bono di Sungai Kampar menurut dongeng

Menurut istilah warga sekitar bahwa gelombang bono yang ada di Sungai Kampar adalah bono jantan, sementara bono betinanya berada di daerah Sungai Rokan, dekat dengan Kota Bagansiapi-api. Bono di Kuala Kampar tersebut berjumlah tujuh ekor, dimana bentuknya serupa kuda yang biasa disebut dengan induk Bono. Pada musim pasang mati, bono ini akan pergi ke Sungai Rokan untuk menemui bono betina. Kemudian bersantai menuju ke selat Malaka. Itulah sebabnya ketika bulan kecil dan pasang mati, bono tidak ditemukan di kedua sungai tersebut. Jika bulan mulai besar, kembalilah bono ketempat masing-masing, lalu main memudiki sungai Kampar dan sungai Rokan. Semakin penuh bulan di langit, semakin gembira bono berpacu hilir mudik di kedua sungai itu.

Apapun asal usul proses terjadinya gelombang bono di Sungai Kampar tersebut, saat ini wisata bono jantan telah menjadi salah satu icon wisata kebanggaan di Riau. Peradaban sungai yang terbangun di pinggiran Sungai Kampar telah menjadikan wisata ini kian istimewa di mata peselancar tingkat dunia. Hampir setiap tahun di bulan terjadinya gelombang bono, tempat wisata ini selalu menjadi tujuan favorit para peselancar dunia. Mereka mengakui adanya sensasi tersendiri berpacu dengan gelombang yang tinggi di tengah sungai. Berbeda dengan gelombang air laut yang sudah biasa mereka temukan di kawasan peraian Indonesia lainnya.
READ MORE - Proses Terjadinya Gelombang Bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia

Terjadinya Ombak Bono Kampar

Tinjauan Ilmiah Terjadinya Ombak Bono Kampar

Di dalam kajian Ilmu Lingkungan Mekanika Cairan atau Environmental Fluid Mechanics, istilah Bono disebut dengan Tidal Bore atau bore/ aegir/ eagre/ eygre. Artikel ini akan mengupas terjadinya gelombang atau ombak Bono dari sudut pandang ilmiah. Secara ilmiah, Bono Wave terjadi akibat adanya pertemuan antara arus sungai dengan arus laut yang menuju ke arah hulu dan hilir. Pertemuan ini menyebabkan satu gelombang besar yang menyerupai kondisi gelombang yang biasa kita lihat di tengah laut. Fenomena alam tersebut sedikitnya terjadi di 4 daerah di dunia, termasuk di Indonesia yakni di daerah Desa Teluk Meranti, Riau Indonesia. Selain itu di Riau juga ditemukan gelombang Bono yang lebih kecil, tepatnya di Sungai Rokan.

Secara umum, ombak Bono tersebut dinamakan dengan TIDAL BORE. Di Malaysia istilah ini di sebut dengan BENAK yaitu Benak Muara Sungai Batang Lupar Sri Aman Sarawak. Sementara di Sungai Kent Inggris disebut dengan The Arnside Bore, dan ada pula yang menyebutnya dengan Aegir. Di Sungai Severn Inggris disebut dengan istilah The Severn Bore. Di Sungai Amazon serta sungai-sungai disekitarnya disebut dengan nama Pororoca.

Wikipedia menuliskan :
A tidal bore (or simply bore in context, or also aegir, eagre, or eygre) is a tidal phenomenon in which the leading edge of the incoming tide forms a wave (or waves) of water that travel up a river or narrow bay against the direction of the river or bay's current.

Bambang Yulistiyanto menuliskan :
Pasang surut yang ada di Muara Sungai Kampar mempunyai tinggi gelombang sekitar 4 m (Deshidros, 2006). Pasang surut tersebut berupa pasang surut tipe Campuran Condong ke Harian Ganda, dimana dalam 1 hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi pasang surut yang pertama dan kedua berbeda. Periode gelombang pasang surut sekitar 12 jam 25 menit.

Di Sungai Kampar, muara sungai berbentuk seperti huruf "V", massa air masuk melalui mulut teluk yang lebar kemudian tertahan, hingga air laut pasang memenuhi kawasan muara. Massa air yang terkumpul kemudian terdorong kearah hulu yang menyebabkan semacam efek tekanan kuat ketika melewati areal yang menyempit dan dangkal secara konstan di mulut teluk. Keadaan ini memunculkan gelombang yang bervariasi di hulu teluk, dari hanya berupa gelombang-gelombang kecil hingga beberapa meter ketinggiannya.

Di muara Sungai Kampar, kecepatan gelombang dapat lebih rendah dibandingkan kecepatan arus sungai yang berasal dari hulu sungai. Hal ini berakibat pada terhambatnya gerakan gelombang pasang dari laut, yang berakibat pada naiknya muka air dari muara, sehingga terbentuk Tidal Bore ‘Bono’. Gelombang Bono bergerak ke hulu sampai ke Tanjung Pungai yang berjarak sekitar 60 km dari muara.

Bono yang menjalar menuju ke hulu melewati alur sungai yang semakin menyempit. Saat melewati Pulau Muda, gelombang pasang ini terpisah menjadi dua, sebagian lewat alur di sebelah kiri, dan sebagian lagi lewat alur sebelah kanan Pulau Muda. Di Tanjung Perbilahan Bono yang terpisah tersebut saling bertemu, menghasilkan momentum yang mengakibatkan Gelombang Bono semakin besar. Penduduk setempat menyebut peristiwa ini sebagai ‘Bono yang bertepuk’. Di Tanjung Perbilahan, Gelombang Bono terjadi paling besar.


Proses Terjadinya Ombak Bono

Ombak Bono yang terjadi di Sungai Kampar terjadi biasanya pada saat pasang naik terjadi di laut. Air pasang tersebut kemudian menju ke Sungai Kampar. Selanjutnya kecepatan dari arus di Sungai Kampar akan berbenturan dengan air pasang naik dari laut sehingga terjadilah gelombang yang dinamakan Bono Wave tersebut. Bono hanya akan terjadi apabila air laut pasang, semakin besar air pasang yang terjadi di laut, maka kemungkinan Bono Wave yang terjadi akan semakin besar pula. Faktor hujan yang akan meningkatkan debit air sungai juga akan mempengaruhi besarnya gelombang Bono yang terbentuk. Bisa dibayangkan apabila kondisi curah hujan tinggi dan air pasang di laut cukup besar, maka kondisi Bono Wave juga akan semakin lebih besar lagi.



Sebelum terjadinya gelombang Bono, biasanya akan diawali dengan bunyi desingan, selanjutnya akan terdengar bunyi gemuruh air. Bunyi gemuruh tersebut semakin lama akan semakin keras dan muncul lah gelombang besar yang disebut dengan Bono Wave tersebut. Kecepatan dari gelombang ombak Bono mencapai 40 km/jam. Ombak ini mampu memasuki ke arah hulu sungai berkilo-kilo meter jauhnya. Biasanya mampu mencapai jarak sekitar 60 km ke arah hulu dan akan berakhir di daerah Tanjung Pungai. Jumlah gelombang Bono tersebut cukup banyak dan beriringan. Terkadang di tepi sungai dan terkadang juga bisa terjadi di tengah sungai. Bono yang terbesar biasanya akan terjadi ketika musim penghujan tiba, dimana debit air Sungai Kampar akan naik. Pada hitungan bulan biasanya akan terjadi di bulan November dan Desember.

Menurut masyarakat sekitar, Bono biasanya akan terjadi pada setiap tanggal 10-20 bulan Melayu tahun Arab, atau yang biasa disebut penduduk sebagai ‘Bulan Besar’ ataupun ‘Bulan Purnama’. Sementara untuk gelombang Bono yang besar biasanya akan terjadi pada tanggal 13-16 bulan Melayu tahun Arab tersebut. Gelombang yang terbentuk umumnya berwarna putih dan coklat, sesuai dengan warna air sungai. Bono juga akan terjadi pada setiap ‘bulan mati’ atau akhir bulan dan awal bulan dari tahun Arab.

Sebenarnya kedalam sungai di sekitar terjadinya gelombang Bono tersebut tidak lah dalam. Hanya sekitar 1 sampai 2 meter saja, dengan bagian-bagian alur tertentu yang memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter sebagai tempat lewatnya transportasi kapal. Akibat adanya Bono, alur tersebut sering berpindah-pindah. Sehingga untuk kapal-kapal yang melewati daerah ini harus menggunakan orang yang mengetahui alur sungai, atau biasa disebut dengan tekong.

Ombak Bono biasanya akan terjadi pada muara sungai yang kondisnya lebar dan dangkal kemudian menyempit setelah berada di dalam sungai. Bentuk dari muara sungai yang menguncup tersebut menyerupai huruf "V" atau corong. Selanjutnya akan didukung dengan kondisi sungai yang mendangkal akibat terjadinya erosi alami. Pertemuan dua arus yakni arus sungai dan laut di lokasi ini akan menyebabkan Bono Wave. Namun tidak semua muara sungai yang berbentuk V dangkal akan dapat memicu terjadinya Tidal Bore. Karena hal lainnya juga dipengaruhi oleh adanya faktor tinggi pasang-surut air laut.

Sumber :
www.attayaya.net
www.wikipedia.net
Bambang Yulistiyanto
READ MORE - Terjadinya Ombak Bono Kampar

Wisata Ombak Bono Sungai Kampar

WISATA BONO SUNGAI KAMPAR
Attayaya ZAM
Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru
[untuk buku wisata blogger]

Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut akibat perubahan arus air dan angin yang jika berukuran cukup besar banyak dimanfaatkan untuk bermain selancar. Maka, jika melihat orang berselancar di pantai adalah merupakan suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa.

Kegiatan ini adalah kegiatan berselencar dengan papan selancar di atas ombak, bukan arung jeram ataupun dayung sampan. Kegiatan berselancar di sungai hanya ada beberapa tempat saja di dunia ini. Tempat-tempat ini memiliki arus gelombang yang membentuk ombak sungai yang besar dan lama.

Tempat berselancar di sungai yang dimaksud tersebut, salah satunya berada di Indonesia, selain di beberapa sungai di Amerika Selatan dan Cina serta Eropa. Hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Lokasi tepatnya adalah di Muara (Kuala) Sungai Kampar - Kecamatan Kuala Kampar - Kabupaten Pelalawan - Propinsi Riau - Indonesia. Gelombang ombak sungai ini disebut Gelombang BONO ataupun Ombak Bono yang berukuran cukup besar. Bono yang lebih kecil berlokasi di Muara Sungai Rokan - Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau - Indonesia.

BONO adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara (Kuala) Sungai Kampar Riau Indonesia yang merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Menurut beberapa peselancar dunia yang telah berselancar di ombak Bono mengatakan bahwa ombak Bono ini merupakan ombak sungai yang terbesar yang pernah mereka temui.

BONO MENURUT PENDUDUK
Muara Sungai tempat Bono terjadi disebut penduduk sebagai KUALA KAMPAR memiliki ombak Bono yang dapat mencapai ketinggian 6-10 meter tergantung keadaan pada saat kejadian dan titik lokasi. Menurut cerita Melayu lama berjudul Sentadu Gunung Laut, setiap pendekar Melayu pesisir harus dapat menaklukkan ombak Bono untuk meningkatkan keahlian bertarung mereka. Hal ini dapat masuk akal karena "mengendarai" Bono intinya adalah menjaga keseimbangan badan, diluar masalah mistis.

Bono ini sebenarnya terdapat di dua lokasi yaitu di Muara (Kuala) Sungai Kampar dan di Muara (Kuala) Sungai Rokan. Masyarakat setempat menyebut Bono di Kuala Kampar sebagai BONO JANTAN karena lebih besar, sedangkan Bono di Kuala Rokan sebagai BONO BETINA karena lebih kecil.

Dahulu, karena masih ada sifat mistis di lokasi tersebut, maka untuk mengendarai Bono harus dengan upacara "semah" yang dilakukan pagi atau siang hari. Upacara dipimpin oleh BOMO atau Datuk atau tetua kampung dengan maksud agar pengendara Bono selalu mendapat keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya. Selain itu ada cerita mistis (mungkin) yang berhubungan dengan gelombang Bono ini yaitu cerita tentang BANJIR DARAH DI MEMPUSUN atau MEMPUSUN BERSIMBAH DARAH dan terbentuknya Kerajaan Pelalawan 1822 Masehi.

Sekarang, masyarakat sekitar Kuala Kampar menganggap Bono sebagai "sahabat alam". Penduduk yang berani akan "mengendarai" Bono dengan sampan mereka tidak dengan menggunakan papan selancar pada umumnya. Mengendarai sampan di atas ombak Bono menjadi suatu kegiatan ketangkasan. Tetapi kegiatan ini memiliki resiko tinggi karena ketika salah mengendarai sampan, maka sampan akan dapat dihempas oleh ombak Bono, tak jarang yang sampannya hancur berkeping-keping.

OMBAK BONO, OMBAK TUJUH HANTU
Menurut cerita masyarakat Melayu lama, ombak Bono terjadi karena perwujudan 7 (tujuh) hantu yang sering menghancurkan sampan maupun kapal yang melintasi Kuala Kampar. Ombak besar ini sangat menakutkan bagi masyarakat sehingga untuk melewatinya harus diadakan upacara semah seperti yang telah disebutkan di atas. Ombak ini sangat mematikan ketika sampan atau kapal berhadapan dengannya. Tak jarang sampan hancur berkeping-keping di hantam ombak tersebut atau hancur karena menghantam tebing sungai karena didorong oleh ombak. Tak sedikit kapal yang diputar balik dan tenggelam akibatnya.

Menurut cerita masyarakat, dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar yang terbentuk oleh 7 hantu. Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar ombak Bono.

Tujuh Hantu atau Ombak Tujuh Hantu adalah 7 gulungan ombak Bono dengan formasi 1 di depan dan diikuti dengan 6 gelombang di belakangnya. Karena 1 ombak terbesar telah dihancurkan Belanda sehingga ombak Bono besar hanya tersisa 6 ombak dengan formasi hampir sejajar memasuki Kuala Kampar. Mengenai kapal Belanda dan orang-orangnya tidak pernah diketemukan sampai sekarang. Ombak 7 Hantu ini dapat muncul pada titik-titik lokasi tertentu.


TINJAUAN ILMIAH, PENYEBAB DAN WAKTU TERJADI OMBAK BONO
Di dalam kajian Lingkungan Mekanika Cairan (Environmental Fluid Mechanics), Bono disebut TIDAL BORE atau tide-bore/bore/aegir/eagre/eygre. Sebenarnya Tidal Bore ini banyak terjadi di berbagai negara dengan ukuran gulungan ombak yang berbeda-beda. Hal ini pun menyebabkan penyebutan Tidal Bore menjadi bermacam-macam sesuai dengan nama lokalnya. Di Riau disebut Bono, Malaysia menyebutnya Benak, di Sungai Kent Inggris menyebutnya Arnside Bore dan sebagian menyebutnya Aegir, di Sungai Amazon disebut Pororoca, di Perancis disebut Un-Mascaret atau Le-Mascarin,

Ombak Bono atau kadang biasa juga disebut Gelombang Bono (Bono Wave) terjadi ketika laut mengalami pasang (pasang naik) dimana air laut akan memasuki Sungai Kampar. Kecepatan arus air laut yang memasuki sungai berbenturan dengan arus air sungai yang menuju arah laut. Benturan kedua arus itulah yang menyebabkan gelombang atau ombak tersebut.

Bono akan terjadi hanya ketika air laut pasang. Dan akan menjadi lebih besar lagi jika pada saat air laut mengalami pasang besar (bulan besar) diiringi hujan deras di hulu Sungai Kampar. Derasnya arus sungai akibat hujan akan berbenturan dengan derasnya pasang air laut yang masuk ke Kuala Kampar.

Ketika akan terjadinya ombak Bono diawali dengan bunyi desingan yang diikuti dengan bunyi gemuruh air. Bunyi gemuruh semakin lama akan semakin keras bagaikan dentuman guntur diiringi dengan besarnya gelombang ombak Bono. Pada saat sekarang, bunyi itu akan terasa saat terjadinya ombak Bono malam hari. Dalam 1 hari (24 jam), Bono akan terjadi 2 kali yaitu ketika air laut pasang siang dan air laut pasang malam. Umumnya Bono di siang hari lebih besar daripada Bono di malam hari. Tetapi, karena pengaruh tempat dan kondisi suara lingkungan, maka suara Bono malam hari akan terasa lebih kuat.

Kecepatan gelombang ombak Bono mencapai 40 km/jam dan memasuki ke arah hulu berkilo-kilo meter jauhnya biasanya mencapai jarak 60 km jauhnya ke hulu dan berakhir di daerah Tanjung Pungai. Ombak Bono ini tidak 1 (satu) jumlahnya, tetapi banyak dan beriringan serta terkadang berjajar. Kadang berada di kiri dan kanan tepi atau tebing sungai, kadang menyatu di tengah sungai. Gelombang yang terjadi biasanya akan berwarna putih dan coklat mengikut warna air Sungai Kampar.

Ukuran besar ombak Bono sangat bervariasi tergantung lokasi, waktu kejadian, kecepatan arus sungai. Kecepatan arus sungai dipengaruhi oleh musim penghujan baik di hulu maupun di hilir dan daerah aliran sepanjang Sungai Kampar.

Bono biasanya terjadi pada setiap tanggal 10-20 bulan Melayu dalam tahun Arab yang biasa disebut penduduk sebagai "Bulan Besar" atau "Bulan Purnama". Biasanya gelombang Bono atau Ombak Bono yang besar terjadi pada tanggal 13-16 bulan Melayu tahun Arab tersebut. Selain itu, Bono juga terjadi pada setiap "bulan mati" yaitu akhir bulan dan awal bulan (tanggal 26 s/d tanggal 1 bulan berikutnya).

Untuk tahun 2013-2104-2015, diperkirakan Bono akan terjadi pada jadwal perkiran di bawah ini :

Jadwal ini dibuat oleh Attayaya berdasarkan pergerakan bulan.
JADWAL BONO 2013 :

05 – 07 September 2013 (M)
19 – 21 September 2013 (P)
04 – 06 Oktober 2013 (M)
18 – 20 Oktober 2013 (P) (B)
03 – 05 November 2013 (M) (B)
17 – 19 November 2013 (P) (B)
02 – 04 Desember 2013 (M) (B)
17 – 19 Desember 2013 (P) (B)

JADWAL BONO 2014 :

01 – 03 Januari 2014 (M) (B) – Bertepatan dengan Tahun Baru 2014
16 – 18 Januari 2014 (P) (B)
01 - 02 Februari 2014 (M)
13 - 15 Februari 2014 (P)
01 - 03 Maret 2014 (M)
13 - 15 Maret 2014 (P)
30 Maret - 1 April 2014 (M)
13 - 15 April 2014 (P)

JADWAL OMBAK BONO YANG BESAR 2014 :

22 - 24 OktobeR 2014 (M) (B)
04 - 07 NovembeR 2014 (P) (B)
22 - 24 NovemBer 2014 (M) (B)
05 - 07 Desember 2014 (P) (B)
21 - 23 Desember 2014 (M) (B)

JADWAL BONO 2015 :

02 - 05 Januari 2015 (P) (B) Tidak bertepatan dengan Tahun Baru 2015

Keterangan Perkiraan :
Jadwal Terjadinya Bono Sungai Kampar 2012 ini dihitung oleh Attayaya Zam berdasarkan kalender Bulan/Tahun Melayu atau Kalender Hijriyah 1433 - 1434 H.
(P) = Bulan Purnama / tengah bulan Melayu
(M) = Bulan Mati / awal bulan Melayu
(B) = Ombak Bono Sungai Kampar yang berukuran besar berkisar antara 4-6 meter. Selain itu biasanya berukuran sedang dengan ketinggian 3 meter.

CARA MENUJU LOKASI WISATA OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR

Ombak Bono terjadi di Kuala Sungai Kampar. Desa yang terdekat dengan lokasi tersebut serta memiliki fasilitas penginapan adalah Desa Teluk Meranti, Kuala Kampar. Sedangkan lokasi berselancar berada di sekitar Desa Pulau Muda. Dari Desa Teluk Meranti menuju Desa Pulau Muda tersedia angkutan speed-boat dengan memakan waktu sekitar 30-45 menit.

Untuk menuju lokasi ombak Bono umumnya dilakukan dari Kota Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci (ibukota Kabupaten Pelalawan) dan lalu menuju Desa Teluk Meranti. Perjalanan dilakukan dengan menggunakan transportasi darat (mobil, bus, motor). Lama perjalanan memakan waktu antara 5 s/d 6 jam tergantung kondisi jalan dan kepadatan arus lalu lintas.

Perjalanan antara Pekanbaru ke Pangkalan Kerinci adalah melalui Jalan Lintas Timur Sumatera sekitar 1-2 jam. Dari Pangkalan Kerinci menuju Simpang Bunut sekitar 30 menit dan akan memasuki Jalan Lintas Bono menuju Desa Teluk Meranti yang memakan waktu sekitar 3-4 jam.

Lewat transportasi air dapat dilalui melalui Pelabuhan Pangkalan Kerinci yang berada di bawah Jembatan Pangkalan Kerinci. Dari pelabuhan tersebut, dapat dilanjutkan perjalanan dengan menaiki speedboat menuju Desa Teluk Meranti dengan waktu tempuh 4-5 jam serta biaya Rp.125.000/orang. Jika ingin mengendarai kendaraan sendiri, lebih bagus karena dapat mengatur jadwal keberangkatan sendiri tanpa tergantung supir angkutan umum ataupun menunggu penumpang lainnya.

Rute yang kami ambil untuk menuju lokasi ombak Bono adalah rute darat dengan menggunakan jasa angkutan sebagai berikut :
Pekanbaru – Pangkalan Kerinci (Rp.25.000/orang).
Pangkalan Kerinci – Desa Teluk Meranti (Rp.55.000/orang)

Penginapan biasanya masih di rumah masyarakat (homestay) dengan biaya sekitar Rp.50.000 – Rp.100.000 per kamar yang dapat diisi 2 orang. Karena Ombak Bono tidak begitu terlihat bagus dan tidak terlalu besar di Desa Teluk Meranti, maka untuk melihat ombak Bono yang bagus harus menyewa speed boat menuju Kuala Kampar di sekitar kawasan Desa Pulau Muda. Biaya sewa ini tergantung jarak lokasi yang diinginkan berkisar Rp.300.000 – Rp. 600.000 per speed-boat. Speed-boat ini pun bisa disewa untuk mengikuti gerak ombak, yaitu speed boat akan berada di depan ombak dengan jarak yang aman. Penduduk setempat dapat menunjukkan lokasi ombak Bono terbaik, terbesar dan terpanjang. SELAMAT MENIKMATI DAN BERSELANCAR DI WISATA OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR.

READ MORE - Wisata Ombak Bono Sungai Kampar
Template oleh Blog SEO Ricky - Support eva fashion store