Inilah Lokasi-lokasi Bono yang Ada di Dunia

Inilah Lokasi-lokasi Bono yang Ada di Dunia
Bono wave atau gelombang bono
merupakan sebuah gelombang yang terjadi akibat adanya pertemuan antara arus sungai dengan arus laut yang menuju ke arah hulu dan hilir. Pertemuan ini menyebabkan satu gelombang besar yang menyerupai kondisi gelombang yang biasa kita lihat di tengah laut. Namun fenomena ini dapat kita saksikan di tengah sungai yang notabennya adalah air tawar. Bukan hanya Propinsi Riau, Indonesia yang memiliki fenomena alam yang mengagumkan tersebut. Meskipun bono yang terjadi di Sungai Kampar Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu bono terbesar di dunia, namun ternyata fenomena gelombang yang terjadi di air tawar tersebut juga dapat kita temukan di banyak tempat yang ada di dunia. Istilah Bono atau Tidal Bore juga memiliki banyak sebutan lain, ada yang memberi nama Benak, Pororoca dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Aegir.

1. Brazil
Pada umumnya masyarakat Brazilia dan Venezuela serta Mexico menyebut Gelombang Bono dengan nama "pororoca". Berikut ini lokasi-lokasi terjadinya gelombang bono yang ada di Brazil.
  • Sungai Amazon (Amazon River), Macapa Brazil dan Sungai Orinoco (Orinoco River) di Venezuela, memiliki gelombang Bono sampai ketinggian 4 meter yang masuk ke hulu sungai dengan kecepatan sampai 21 km/jam. Masyarakat lokal menyebutnya "pororoca".
  • Sungai Mearim (Mearim River), Brazil
  • Sungai Capim (Capim River), Para State
  • Sungai Guama (Guama River), Para State
  • Sungai Guajara (Guajara River), Para State
  • Sungai Moju (Moju River), Para State
  • Sungai Sao Francisco (Sao Francisco River), Perbatasan Alagoas/Sergipe - Brazil
  • Sungai Cassipore (Cassipore River), Amapa - Brazil
  • Sungai Araguari (Araguari River), Amapa – Brazil

2. Prancis
Di negara Prancis, gelombang bono biasa disebut dengan istilah "un mascaret", tetapi masyarakat lokal mempunyai istilah-istilah atau nama tersendiri.
  • Sungai Seine (Seine River), biasa disebut "la barre" yang telah hilang sejak tahun 1960 karena pengerukan dan pendalaman sungai.
  • Sungai Baie du Mont Saint Michel, dan termasuk juga di Sungai Couesnon, Sungai Sélune, dan Sungai Sée di Mayenne, north-western France.
  • Sungai Arguenon (Arguenon River)
  • Sungai Baie de la Frênaye (Baie de la Frênaye River)
  • Sungai Vire (Vire River), north-western France
  • Sungai Sienne (Sienne River)
  • Sungai Vilaine (Vilaine River), Brittany - Prancis Barat. Masyarakat lokal menyebut Bono sebagai "le mascarin".
  • Sungai Dordogne (Dordogne River), Aquitaine di Barat Daya Prancis
  • Sungai Garonne (Garonne River), Lembah Aran, Pyrenees - Barat Daya Perancis.

3. Kanada
Hampir seluruh sungai yang bermuara ke teluk Fundy (Fundy Bay) Kanada memiliki gelombang Bono. Teluk Fundy berada di daerah sekitar antara Nova Scotia dan daerah New Brunswick.
  • Sungai Petitcodiac (The Petitcodiac River), New Brunswick Canada. masyarakat lokal menyebutnya "the mascaret" Gelombang Bono di sungai ini merupakan gelombang yang tertinggi untuk daerah sekitar Amerika Utara yaitu mencapai 2 meter (6.6 ft). Ketinggian itu berkurang karena pembangunan jalan lintas yang juga menyebabkan berkurangnya buih gelombang. Kemudian sejak pembukaan jalan lintas tersebut pada tanggal 14 April 2010 dan akibat Proyek Restorasi Sungai Petitcodiac (Petitcodiac River Restoration project) maka gelombang Bono di sungai tersebut kembali normal.
  • Sungai Shubenacadie (The Shubenacadie River), di sekitar Teluk Fundy - Nova Scotia. Ketika gelombang Bono datang, maka biasanya sampai dasar sungai bisa terlihat.
  • Sungai Herbert (Hebert River) dan Sungai Maccan (Maccan River) di daerah Cumberland Basin. Juga Sungai St. Croix (the St. Croix River), Sungai Herbert (Herbert River) dan Sungai Kennetcook (Kennetcook Rivers) di daerah Minas Basin. Demikian halnya dengan Sungai Salmon 9the Salmon River) di daerah Truro. Sungai-sungai tersebut adalah sungai kecil yang memiliki Ombak Bono yang bergerak cepat dan cukup tinggi.

4. Meksiko
Gelombang Bono Meksiko umumnya terjadi dari Laut Cortez (the Sea of Cortez) yang memasuki muara sungai Colorado (Colorado River). Gelombang Bono mulai terbentuk di sekitar Pulau Delta Montague (Montague Delta Island) yang kemudian memasuki sungai.

5. Cina
Gelombang Bono di Cina terjadi di Sungai Qiantang, dan masyarakat disana menyebutnya Naga Perak (Silver Dragon).

6. Malaysia
Gelombang Bono di Malaysia disebut Benak terjadi di Sungai (Batang) Lupar di Serawak yang airnya berasal dari Gunung Kapuas dan bermuara di Teluk Datu yang mengarah ke Laut Cina Selatan.


Berselancar di Sungai Qiantang China

7. Indonesia
Ada beberapa sungai di Indonesia mengalami terjadinya ombak Bono. Di Propinsi Riau ada 2 sungai yang mempunyai ombak Bono. Pertama, ombak bono terjadi di
Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki bono dengan nama Bono Betina. Kedua dan terbesar terjadi di Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Desa Teluk Meranti. Masyarakat sekitar menyebutnya Bono Jantan atau Bono. Bono di Desa Teluk Meranti menjadi tempat berselancar yang bagus karena memiliki jarak tempuh panjang sekitar 30 km. Walaupun panjang sungai dari muara ke desa Teluk Meranti berjarak sekitar 60 km. Jika dari Desa Teluk Meranti, tempat menunggu bono kampar berada di titik sekitar Pulau Muda atau setelah Muara Serkap.

8. Negara lainnya
Beberapa sungai di negara lainnya juga terjadi fenomena ombak Bono dengan nama penyebutan yang berbeda-beda di setiap daerah/negara.
READ MORE - Inilah Lokasi-lokasi Bono yang Ada di Dunia

Proses Terjadinya Gelombang Bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia

Proses Terjadinya Gelombang Bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia
Proses terjadinya ombak bono sebenarnya merupakan proses ilmiah sebagai salah satu fenomena alam yang langka terjadi di perbatasan muara sungai dan lautan. Bono yang terjadi di Sungai Kampar Riau juga merupakan salah satu fenomena alam yang langka tersebut. Telah banyak pengamatan yang dilakukan untuk melihat secara dekat bagaimana sebenarnya gelombang bono terbesar di dunia tersebut bisa terjadi.

Proses terjadinya gelombang bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia bisa ditinjau dari dua sisi, pertama adalah konteks ilmiah dan kedua berasal dari dongeng atau cerita rakyat sekitar. Proses yang kedua ini menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya masyarakat Melayu yang memiliki kepercayaan tersendiri terhadap proses terjadinya gelombang yang menjadi impian setiap peselancar dunia tersebut.

Bagaimana sebenarnya proses terjadinya gelombang bono tersebut? Ada dua sudut pandang yang akan kita jelaskan di sini, yakni sebagai berikut:

1. Proses terjadinya gelombang bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia secara ilmiah

Sebelum terjadinya gelombang Bono, biasanya akan diawali dengan bunyi desingan, selanjutnya akan terdengar bunyi gemuruh air. Bunyi gemuruh tersebut semakin lama akan semakin keras dan muncul lah gelombang besar yang disebut dengan Bono Wave tersebut. Kecepatan dari gelombang ombak Bono mencapai 40 km/jam. Ombak ini mampu memasuki ke arah hulu sungai berkilo-kilo meter jauhnya.




Gelombang air bahkan bisa mencapai jarak sekitar 60 km ke arah hulu dan akan berakhir di daerah Tanjung Pungai. Jumlah gelombang Bono tersebut cukup banyak dan beriringan. Terkadang di tepi sungai dan terkadang juga bisa terjadi di tengah sungai. Bono yang terbesar biasanya akan terjadi ketika musim penghujan tiba, dimana debit air Sungai Kampar akan naik. Pada hitungan bulan biasanya akan terjadi di bulan November dan Desember.

Gelombang bono yang ada di Sungai Kampar tersebut biasanya akan terjadi pada saat pasang naik terjadi di laut. Air pasang tersebut kemudian menju ke Sungai Kampar. Selanjutnya kecepatan dari arus di Sungai Kampar akan berbenturan dengan air pasang naik dari laut sehingga terjadilah gelombang yang dinamakan Bono Wave tersebut. Bono hanya akan terjadi apabila air laut pasang, semakin besar air pasang yang terjadi di laut, maka kemungkinan Bono Wave yang terjadi akan semakin besar pula. Faktor hujan yang akan meningkatkan debit air sungai juga akan mempengaruhi besarnya gelombang Bono yang terbentuk.

Ombak Bono biasanya akan terjadi pada muara sungai yang kondisnya lebar dan dangkal kemudian menyempit setelah berada di dalam sungai. Bentuk dari muara sungai yang menguncup tersebut menyerupai huruf "V" atau corong. Selanjutnya akan didukung dengan kondisi sungai yang mendangkal akibat terjadinya erosi alami. Pertemuan dua arus yakni arus sungai dan laut di lokasi ini akan menyebabkan Bono Wave.

2. Proses terjadinya gelombang bono di Sungai Kampar menurut dongeng

Menurut istilah warga sekitar bahwa gelombang bono yang ada di Sungai Kampar adalah bono jantan, sementara bono betinanya berada di daerah Sungai Rokan, dekat dengan Kota Bagansiapi-api. Bono di Kuala Kampar tersebut berjumlah tujuh ekor, dimana bentuknya serupa kuda yang biasa disebut dengan induk Bono. Pada musim pasang mati, bono ini akan pergi ke Sungai Rokan untuk menemui bono betina. Kemudian bersantai menuju ke selat Malaka. Itulah sebabnya ketika bulan kecil dan pasang mati, bono tidak ditemukan di kedua sungai tersebut. Jika bulan mulai besar, kembalilah bono ketempat masing-masing, lalu main memudiki sungai Kampar dan sungai Rokan. Semakin penuh bulan di langit, semakin gembira bono berpacu hilir mudik di kedua sungai itu.

Apapun asal usul proses terjadinya gelombang bono di Sungai Kampar tersebut, saat ini wisata bono jantan telah menjadi salah satu icon wisata kebanggaan di Riau. Peradaban sungai yang terbangun di pinggiran Sungai Kampar telah menjadikan wisata ini kian istimewa di mata peselancar tingkat dunia. Hampir setiap tahun di bulan terjadinya gelombang bono, tempat wisata ini selalu menjadi tujuan favorit para peselancar dunia. Mereka mengakui adanya sensasi tersendiri berpacu dengan gelombang yang tinggi di tengah sungai. Berbeda dengan gelombang air laut yang sudah biasa mereka temukan di kawasan peraian Indonesia lainnya.
READ MORE - Proses Terjadinya Gelombang Bono di Sungai Kampar Riau, Indonesia