Festival Bekudo Bono 2013 Kampar Riau

Festival Bekudo Bono merupakan agenda tahunan sebagai ajang untuk lebih mempromosikan kawasan wisata Gelombang Bono atau yang biasa dikenal dengan sebutan Seven Ghosts di Sungai Kampar kepada publik baik domestik maupun internasional. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan dengan pelaksana teknis dari Gurindam Media. Festival Bekudo Bono 2013 ini menjadi kegiatan yang pertama dengan tema "7 days for 7 ghosts" yang diselenggarakan dari tanggal 17 - 23 November 2013.

Keunikan dan kedahsyatan gelombang atau ombak bono di Sungai Kampar Riau dan hanya satu-satunya di Indonesia ombak yang terjadi di sungai, menjadi daya tarik para peselancar dari dalam dan luar negeri. Tak lepas dari keahlian para peselancar lokal yang menggunakan sampan untuk berselancar. Masyarakat setempat menyebutnya Bekudo Bono.

Bekudo Bono adalah berselancar atau kegiatan mengarungi gelombang bono dengan menggunakan perahu (sampan) kayu. Di daerah Riau, sebagian menyebutnya perahu "Kolek". Kegiatan Bekudo Bono (mengendarai ombak bono dengan perahu) ini telah ada sejak dari jaman dahulu dan masih dilakukan sampai sekarang. Kali ini, kegiatan Bekudo Bono dijadikan salah satu ajang kompetisi khusus bagi masyarakat lokal. Peserta kompetisi adalah berkelompok yang terdiri dari 2 orang dengan jalur sepanjang Sungai Kampar yang akan dimulai dari Tanjung Sesenduk dan berakhir di Teluk Meranti. Peserta yang terbaik adalah peserta yang tercepat sampai dengan mengendarai perahu/sampan kayu di depan ombak bono dan dapat meraih bendera yang ditentukan oleh Juri.

Selain Kompetisi Bekudo Bono, dalam Festival Bekudo Bono 2013 diadakan juga Kompetisi Selancar Bono yang diikuti oleh peselancar amatir (lokal) dan profesional (nasional dan internasional). Pemenang kompetisi selancar Bono adalah peselancar yang mampu bertahan dengan waktu terlama dan jarak tempuh terjauh, selain keahlian untuk bermanuver yaitu ketika peselancar dapat berdiri di atas papan selancar dan bergaya memainkan papan di atas ombak bono. Juri yang hadir merupakan Pengurus dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) yaitu Arya Soebiakto beserta tim.

Dalam Kompetisi Selancar Bono, peserta nasional dan internasional berada di kelas profesional akan berselancar dari Tanjung Getah Turip menuju Teluk Meranti. Sedangkan peserta lokal untuk kelas amatir yang berselancar dari Teluk Rimba menuju Teluk Meranti.

Dalam Festival Bekudo Bono 2013 ini dilengkapi dengan "Photo Contest On The Spot" dengan Tema "Bono untuk Indonesia". Photo contest ini mengambil tema alam dan lingkungan, sosial budaya, serta human interest dari pelaksanaan festival ini. Ada juga kategori khusus yaitu keindahan gelombang bono dengan para peselancarnya.

Kegiatan acara Festival Bekudo Bono

Pentas Seni & Budaya
Pagelaran pentas seni & budaya ini akan dilaksanakan pada malam hari sepanjang acara pagelaran festival bekudo bono berlangsung. Adapun dalam acara pentas ini akan menghadirkan seluruh kesenian dan kebudayaan yang berada di Kabupaten Pelalawan sebagai kekayaaan lokal. Pentas seni dan budaya ini juga nantinya akan menjadi hiburan tersendiri bagi para pengunjung baik wisatawan local maupun asing yang berkunjung sembari menunggu waktu istirahat. Pentas ini akan dikordinir langsung oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda & Olahraga Kabupaten Pelalawan.

Bazar & Pameran Produk Lokal
Bazar & Pameran ini akan berlokasi di Teluk Meranti dan akan diisi dengan 15 Buah Booth Stand promosi yang disediakan untuk pihak sponsor dan masing-masing Kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Setiap Booth Stand yang berukuran 4 x 3 meter ini akan memamerkan aneka produk kerajinan dan produk olahan masyarakat lokal kabupaten Pelalawan. Bazar ini juga menyediakan space untuk para sponsor yang mau mempromosikan produk-produknya yang mana tujuannya adalah untuk lebih menyemarakkan pelaksanaan acara ini secara keseluruhan

Photo Contest On The Spot
Photo contest ini mengambil tema alam & lingkungan, sosial budaya, humaninterest dari sekitar pelaksanaan acara Festival Bekudo Bono 2013 ini serta kategori special adalah keindahan gelombang bono dengan para peselancarnya. Photo Contest ini daiharapkan dapat menjadi daya tarik para peminat photography yang ada di Indonesia untuk dapat hadir dalam pagelaran festival ini. Dan objek hasil dokumentasi yang dihasilkan dapat menambah panjang deretan promosi wisata gelombang bono kedepannya.

Selancar Bono
Kompetisi ini diikuti oleh para peselancar tingkat Lokal, Nasional dan Internasional. Materi penilaian dari kompetisi ini adalah mencari peselancar yang mampu bertahan dengan waktu terlama dan jarak tempuh terjauh. Kategori kompetisi ini akan dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu Amatir dan Profesional. Bertindak sebagai juri kompetisi merupakan Pengurus dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) yang juga telah mencoba dahsyatnya gelombang Bono yaitu Arya Soebaktio & Team yang sudah sangat berpengalaman dan mempunyai justifikasi dibidangnya.

Bekudo Bono (Arung Bono)
Arung Bono atau yang oleh masyarakat lokal disebut dengan Bekudo Bono ini adalah kegiatan mengarungi Gelombang Bono dengan menggunakan perahu kayu. Aktivitas ini merupakan sejarah panjang hubungan masyarakat sekitar dengan gelombang bono di sungai kampar. Peserta dari lomba ini adalah grup atau berkelompok yang terdiri dari 2 orang. Pendaftaran perlombaan ini gratis dan peserta pendaftar wajib mengikuti peraturan dan ketentuan yang diberlakukan oleh panitia.

Info lebih lanjut : http://www.festivalbekudobono2013.com

DENAH LOKASI FESTIVAL BEKUDO BONO 2013

DAFTAR ACARA FESTIVAL BEKUDO BONO 2013


Produk Ikan Salai Sungai Serkap
READ MORE - Festival Bekudo Bono 2013 Kampar Riau

Jadwal Terjadinya Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau Indonesia


Anda berminat mengunjungi objek wisata ombak bono yang ada di Sungai Kampar Riau, Indonesia? Pastikan Anda tau kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke lokasi wisata terbesar di dunia tersebut. Berkunjung ke lokasi ombak bono pada waktu yang tepat tentunya akan membuat kunjungan Anda lebih memuaskan, karena Anda akan bisa melihat gelombang bono dengan ketinggian yang lebih baik. Terutama bagi Anda para peselancar yang ingin menikmati dan menakklukkan ketinggian gelombang sungai yang sangat memacu hormon adrenalin tubuh. Di waktu yang tepat pula, Anda bisa saling bertemu dan berselancar dengan para peselancar dunia dari berbagai negara, yang tentunya akan membuat Anda semakin banyak memperoleh pengalaman dalam melakukan surfing dan berselancar.

Bono biasanya terjadi pada setiap tanggal 10-20 bulan Melayu dalam tahun Arab yang biasa disebut penduduk sebagai "Bulan Besar" atau "Bulan Purnama". Biasanya gelombang Bono atau Ombak Bono yang besar terjadi pada tanggal 13-16 bulan Melayu tahun Arab tersebut. Gelombang yang terjadi biasanya akan berwarna putih dan coklat mengikut warna air Kuala Kampar. Selain itu, Bono juga terjadi pada setiap "bulan mati" yaitu akhir bulan dan awal bulan (tanggal 1) Tahun Arab. Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Bono mulai terbentuk dan membesar di kanan kiri Pulau Muda, akibat penyempitan alur sungai karena adanya pulau (P. Muda) di tengah-tengah alur sungai.

Bono terbesar terjadi di Tanjung Perbilahan, yang terbentuk karena bertemunya Bono yang sudah terbentuk di kanan-kiri Pulau Muda. Kedalaman sungai di sekitar terjadinya ombak Bono tidaklah dalam, hanya sekitar 1-2 meter dengan bagian-bagian alur tertentu yang mempunyai kedalaman 10-15 meter untuk alur lewat jalur transportasi kapal. Hanya saja alur dalam tersebut selalu berpindah-pindah akibat pergeseran dasar sungai karena adanya ombak Bono. Sehingga, bagi kapal-kapal yang mau melewati daerah ini untuk keluar dari Kuala Kampar menuju Tanjung Batu, Selat Panjang, Tanjung Pinang, Batam atau Singapore harus menggunakan orang yang menjadi pengarah atau biasa disebut "tekong" untuk menunjukkan alur yang bisa dilewati kapal.

Jadwal Terjadinya Bono Sungai Kampar 2013

Jadwal ini dibuat oleh Attayaya berdasarkan perkiraan pergerakan bulan:

JADWAL OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR 2013

11 – 13 Januari 2013 (M)
27 – 30 Januari 2013 (P)
10 – 12 Februari 2013 (M)
26 – 28 Februari 2013 (P)
11 – 13 Maret 2013 (M)
27 – 30 Maret 2013 (P)
10 – 12 April 2013 (M)
26 – 28 April 2013 (P)
09 – 11 Mei 2013 (M)
25 – 27 Mei 2013 (P)
08 – 10 Juni 2013 (M)
24 – 26 Juni 2013 (P)
07 – 10 Juli 2013 (M)
23 – 25 Juli 2013 (P)
06 – 08 Agustus 2013 (M)
21 – 23 Agustus 2013 (P)
05 – 07 September 2013 (M)
19 – 21 September 2013 (P)
04 – 06 Oktober 2013 (M)
18 – 20 Oktober 2013 (P) (B)
03 – 05 November 2013 (M) (B)
17 – 19 November 2013 (P) (B)
02 – 04 Desember 2013 (M) (B)
17 – 19 Desember 2013 (P) (B)

JADWAL OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR 2013 AWAL TAHUN

01 – 03 Januari 2014 (M) (B) – Bertepatan dengan Tahun Baru 2014
16 – 18 Januari 2014 (P) (B)
01 - 02 Februari 2014 (M)
13 - 15 Februari 2014 (P)
01 - 03 Maret 2014 (M)
13 - 15 Maret 2014 (P)
30 Maret - 1 April 2014 (M)
13 - 15 April 2014 (P)

JADWAL OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR 2014 AKHIR TAHUN

22 - 24 OktobeR 2014 (M) (B)
04 - 07 NovembeR 2014 (P) (B)
22 - 24 NovemBer 2014 (M) (B)
05 - 07 Desember 2014 (P) (B)
21 - 23 Desember 2014 (M) (B)

JADWAL OMBAK BONO SUNGAI KAMPAR 2015 AWAL TAHUN

02 - 05 Januari 2015 (P) (B) Tidak bertepatan dengan Tahun Baru 2015

Keterangan Perkiraan :
Jadwal Terjadinya Bono Sungai Kampar 2012 ini dihitung berdasarkan kalender Bulan/Tahun Melayu atau Kalender Hijriyah 1434 – 1435 H
(P) = Bulan Purnama / tengah bulan Melayu
(M) = Bulan Mati / awal bulan Melayu
(B) = Ombak Bono Sungai Kampar yang berukuran besar berkisar antara 4-6 meter. Selain itu biasanya berukuran sedang dengan ketinggian 3 meter untuk lokasi tertentu. (Sumber: http://www.attayaya.net).
Dengan memperhatikan jadwal waktu terjadinya gelombang bono yang ada tersebut, tentunya bisa menjadi acuan yang tepat bagi Anda untuk memilih waktu kunjungan ke Teluk Meranti, tempat lokasi terjadinya ombak bono jantan yang diakui sebagai ombak bono terbesar dunia. Bono Sungai Kampar merupakan sebuah keajaiban dunia dari Riau untuk Indonesia.

Sumber :
Jadwal Ombak Bono Sungai Kampar
READ MORE - Jadwal Terjadinya Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau Indonesia

Dongeng dan Mitos Asal Usul Gelombang Bono di Sungai Kampar, Propinsi Riau

Secara ilmiah, gelombang bono merupakan salah satu peristiwa alam yang cukup langka dan jarang terjadi. Dimana kita akan menyaksikan sebuah gelombang besar yang layaknya terjadi di tengah laut, namun ini terjadi di sebuah sungai air tawar. Gelombang bono terjadi diakibatkan benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Melaka, Laut Cina Selatan dan Aliran air Sungai Kampar. Akibat benturan ini, menjadikan gelombang air di muara sungai Kampar bisa mencapai ketinggian 4-5 meter dengan ditandai sebelumnya dengan suara gemuruh yang hebat. Ini merupakan fenomena ilmiah yang akan dipercayai oleh kaum intelektual saja. Namun tahukah Anda, masyarakat sekitar memiliki cerita-cerita dongeng yang istimewa terkait dengan adanya gelombang bono tersebut? Ada banyak cerita dan kepercayaan dari masyarakat lokal yang menjadikan peristiwa alam yang langka tersebut kian istimewa.

Menurut kepercayaan warga, gelombang bono yang ada di sungai kampar adalah bono jantan, sementara bono betinanya berada di daerah Sungai Rokan, dekat dengan Kota Bagansiapi-api. Bono di kuala kampar tersebut berjumlah tujuh ekor, dimana bentuknya serupa kuda yang biasa disebut dengan induk Bono. Pada musim pasang mati, bono ini akan pergi ke Sungai Rokan untuk menemui bono betina. Kemudian bersantai menuju ke selat Malaka. Itulah sebabnya ketika bulan kecil dan pasang mati, bono tidak ditemukan di kedua sungai tersebut. Jika bulan mulai besar, kembalilah bono ketempat masing-masing, lalu main memudiki sungai Kampar dan sungai Rokan. Semakin penuh bulan di langit, semakin gembira bono berpacu memudiki kedua sungai itu.

Bagi penduduk daerah Kuala Kampar, bono sudah mereka kenal sejak kecil. Sebab itulah tidak aneh, apabila anak-anak, remaja dan juga orang dewasa menganggap bono sebagai sahabatnya, tempat mereka bermain ketangkasan menunggangi Bono atau disebut Bekudo Bono menggunakan perahu-perahu (sampan) kecil. Biasanya tempat bermain bono bagi warga sekitar adalah di tempat-tempat dimana bono tidak terlalu besar atau di dalam anak-anak Sungai Kampar yang memiliki Bono, seperti misalnya Sungai Sangar, Turip, Serkap, Kutub dan Sungai Kerumutan. Permainan ini memang besar resikonya, sebab jika salah perhitungan perahu dapat dilemparkan bono ke tebing sehingga hancur luluh. Tetapi dari pengalaman sejak kecil, mereka, para pemain bono ini sudah mengetahui betul dimana tempat yang aman bermain bono.


Penduduk setempat Bekudo Bono dengan menggunakan papan selancar

Dahulunya, permainan bono tersebut sering dilakukan dengan terlebih dahulu menggelar upacara tertentu untuk menjamin keselamatan para pemainnya. Upacara tersebut dinamakan ‘semah’ yang harus dilakukan pagi atau siang hari. Upacara ini dipimpin oleh seorang ‘Bomo’ atau Datuk atapun para tetua kampung. Hal tersebut dilakukan maksud agar pengendara bono mendapat keselamatan saat mengendarai bono, dan dijauhkan dari segala bahaya. Selain itu, ada pula cerita mistis yang berhubungan dengan ombak bono tersebut yakni cerita tentang banjir darah di mempusun atau mempusun bersimbah darah, serta terbentuknya Kerajaan Pelalawan pada tahun 1822 M.

Para pendekar melayu konon kabarnya sering ditantang dan diuji ketangkasannya dengan menunggangi gelombang bono tersebut. Siapa yang berhasil menakklukkan gelombang yang sangat tangguh tersebut maka akan dianggap sebagai sosok yang sakti dan memiliki kekuatan terbaik. Cerita lain menyebutkan bahwa dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu. Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak Bono.

Akan tetapi kemudian menjadi permainan biasa dan dapat dilaksanakan sesuka hati. Tetapi permainan ini hanya di lakukan pada siang hari, sedangkan malam hari betapapun beraninya mereka, belumlah ada yang berani mencobanya. Hal ini disebabkan karena resikonya yang cukup besar. Bila Anda takut ataupun ngeri untuk turut bersama perahu bermain bono, Anda dapat menyaksikan bono dari darat saja. Tetapi Jika berani silahkan bermain bono dengan perahu-perahu kecil yang banyak terdapat disana. Yang penting Anda harus pandai berenang, serta menunggangi bono itu. Permainan ini mirip dengan selancar pada ombak-ombak di pantai, karena tempatnya luas dan tantangannya cukup besar.

READ MORE - Dongeng dan Mitos Asal Usul Gelombang Bono di Sungai Kampar, Propinsi Riau